fbpx
usia muda dennis adhiswara

Usia Muda Dennis Adhiswara Sudah Kenal Reksadana

Pemain Film dengan usia muda ‘Milly dan Mamet’ alias Dennis Adhiswara dulu cuma punya tabungan sebesar 150 ribu rupiah. Sekitar 10 tahun yang lalu sih emang nilai dolar gak setinggi sekarang, tapi coba bayangin deh di usia muda segitu untuk sebulan kira-kira apakah cukup? Okey, kita stop julidnya ya hehe.

Mari kita simak lagi apa experience yang bisa kita pelajari nantinya. Hal tersebut diakuin olehnya karena pernah gagal dalam mengatur keuangan saat ada di acara #TAYTB Fest Bank OCBC NISP,
“Tabungan gue di rekening pernah cuma sisa 150 ribu, itu 10 tahun yang lalu lah.”
Dia akui kebiasaannya di usia muda dulu bukannya ‘menyisihkan uang’, tetapi ‘menyisakan uang’. Beda ya Feebers, kalau menyisihkan uang itu kita udah membuat planning untuk membudget pengeluaran dan tabungan. Sedangkan menyisakan uang berarti tabungan kita ambil dari uang sisa belanjaan kita. Oleh karena itu, uangnya jadi selalu habis bahkan nyaris minus.

Berawal dari keterpurukan tersebut, Dennis pun menyadari kalau dia seharusnya belajar mengenai pengelolaan uang. Dia pun mengenali pola baru dalam pengelolaan keuangan yaitu menyisihkan uang.
“Teman saya yang kerja di perbankan ngasih tau saya kalau investasi bisa mengalahkan laju inflasi. Kalau menabung aja, nominal yang kita anggap besar di saat ini belum tentu sama juga di masa depan.”
Hingga kini, Dennis sudah cukup lama bergelut di dunia investasi. Feeble.id harap bagi temen-temen ini yang mumpung belum terlambat, manfaatkan usia muda sekarang untuk memulai investasi.

Baca juga SBN Ritel Jadi Investasi Kekinian Buat Mahasiswa

Tips memilih investasi di usia muda

Dennis punya beberapa tips bagi para pemuda pemudi sekalian sebelum berinvestasi agar tidak terjebak investasi bohongan:

Pertama, cek logo OJK apakah diikutsertakan di perusahaan tersebut

OJK apakah mengawasi perusahaan investasi tersebut atau tidak supaya aman. Seringkali investasi bohongan menjanjikan sesuatu dengan kata-kata cepat kaya. Padahal kaya itu gak bisa instan kan..

Kedua, pilih perusahaan dengan pengalaman yang sudah sejak lama

Kalau masih kurang yakin dengan Fintech, temen-temen bisa kok investasi melalui bank. Mungkin sistem kemudahannya bisa jadi tidak semudah kalau melalui Fintech yang cukup lewat aplikasi sih.

Ketiga, cari yang memiliki aplikasi

Kita kalau berinvestasi berhak untuk tahu analytic-nya. Gunanya untuk mengetahui pergerakan grafik investasi dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Siapa tahu menjelang akhir tahun hampir masa pencairan tiba-tiba perusahaan yang diinvest mengalami masa-masa buruk sehingga nilai sahamnya menurun. Kita jadi bisa bersiap siaga sebelum hal buruk terjadi.

Baca juga Hindari Investasi Bodong di 2020

Keempat, mulai investasikan dengan harga yang tidak tinggi

Boleh memulai dari 50 ribu rupiah, atau 100 ribu. Bisa dimulai dengan reksadana. Kalau 10 ribu rupiah memang ada sih tapi nanti perkembangan kenaikan nilai imbal hasilnya juga jadi gak tinggi. Saran ini cocok banget buat para pemula, terlebih yang belum berani dengan risiko keuangan yang tinggi dan takut rugi.

Baca juga Mengatur Keuangan dengan Gaji 5 Juta

Kelima, cari instrumen investasi yang bisa ngelawan laju inflasi di Indonesia

Laju inflasi di negara kita saat ini di atas 6 persen. Nah, nanti kita cari instrumen investasi yang bisa memberi nilai imbal hasil minimal di atasnya 6 persen.

Keenam, tidak perlu berlebihan atau serakah ketika berinvestasi karena akan membelokkan pola pikir kita

Misalnya nih, kita cuma pengen keuntungan yang tinggi tapi gak siap dengan kerugian yang lumayan tinggi juga. Biasanya hal ini terjadi kalau kita investasi di produk reksadana saham. Sebaiknya pilih dengan tepat produk investasi mana yang paling sesuai sama profil dan tujuan kita.

Dennis menyarankan reksadana karena instrumentasi investasi tersebut adalah favorit dia, “Karena gak ribet dan ada seorang profesional yang ngurusin jadinya reksadana ini instrumen investasi favorit gue.”

Rekomendasi reksadana untuk mahasiswa

Feeble juga punya rekomendasi reksadana yang mudah dilakukan nih buat para mahasiswa:

  • Reksadana Pasar Uang

Memang sih return nggak sebanyak reksadana saham. Tapi udah lebih besar daripada deposito kok. Bisa nyampai 5% sampai 6% setahun, pilih produk yang tepat juga ya supaya dapet imbal hasilnya besar juga. Dalam jangka waktu setahun nanti kamu bisa targetin buat beli gadget baru. Atau bisa juga buat jalan-jalan bareng temen-temen. Bisa dimulai dari berapa puluh ribu sih, murah aja. Kalau pengen dapet lebih besar ya banyakin juga feebers investasinya.

  • Reksadana Obligasi/Pendapatan Tetap

Imbal hasil per tahun di instrumen ini sih lebih besar lagi, minimal 8% setahun kalau pilih produknya tepat. Lebih bagus lagi kalau ketemu yang bisa sampai 11%. Jangka waktu terbaik buat dapet hasil maksimal sih selama 2 tahun. Bisa sampai 5 tahun, atau kalau mau 3 tahun aja udah diambil ya gak apa. Tujuannya bisa buat kamu jalan-jalan keluar negeri kalau memang pengen liburan. Namun, alangkah baiknya kalau uang tersebut dipakai untuk pemasukan tambahan sebelum punya kerjaan tetap, atau kalau ingin kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi.

One thought on “Usia Muda Dennis Adhiswara Sudah Kenal Reksadana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *