fbpx
masa depan

Masa Depan Cerah Keuangan Dipengaruhi Kebiasaan

Hai para pembaca Feeble! Udah akhir bulan nih.. Gimana spare masa depan mu? “Huuuuufffftt” Begitulah kata orang saat mendengar kata ‘akhir bulan’. Rasanya ngilu-ngilu ngeri gitu yah.. hihi. Semoga kalian jangan gini yah, harus ada spare demi masa depan cerah. Wah.. kalo untuk diri sendiri aja ga cukup, gimana untuk pasangan dan anak kita. Tentu, semua orang mau masa depan cerah nya terjamin.

Tau gak sih guys? Sebenarnya mau gimana pun, ga akan ada definisi cukupnya seseorang. Seperti yang mimin sudah bahas di artikel-artikel mimin sebelumnya. Cukup itu tergantung gimana kalian ngaturnya. Kalau ga dikendaliin pengeluaran kita mau sebanyak apa pun sumber dayanya tetap aja ya guys bisa habis. Apalagi kalau pagi, siang, sore malam makan cantik terus di hotel. Lalu, beli barang brandednya segudang. Serem ahh.. Ga ngerti bakalan gimana.

Sebenarnya guys, sifat borosnya seseorang bisa juga merupakan alasan karena adanya circle life seseorang lho.
Ini nih, alasan bahwa kebiasaan bisa mempengaruhi masa depan cerah..

Hasutan Orang Lain

Kalian sering ga sih merasa bingung? Misalnya kalian ingin beli baju A dan baju B, kalian bingung lalu kalian menanyakan pendapat teman kalian. Jika, saat itu teman yang ikut dengan kalian adalah 1 orang maka kalian mungkin belum tentu mengikuti pendapatnya dan mungkin bertanya pada pendapat orang lain. Jika 2 diantara 2 teman kalian berpendapat demikian, namun keinginan kalian benar-benar keras maka kemungkinan keinginan kalian akan tergoyah. Namun, kalian tetap mengikuti kemauan kalian.

Mungkin jika pendirian kalian kuat…

Sebaliknya jika kemauan kalian hanya “cukup kuat” dan 2 diantara 2 teman kalian berpendapat demikian, maka kalian akan mengikuti pendapatnya. Lalu, bagaimana jika di situasi tersebut kalian memiliki 3 teman yang berada di lingkungan kalian? Ketiganya berpendapat demikian dan kondisinya keinginan kalian sangat keras.

Kemungkinan kecil kalian untuk mengikuti kemauan teman kalian. At least, jika pendirian kalian tidak keras, pasti kalian mengikutinya. Begitu pula dengan 4 teman, semakin besar jumlah orang yang mempengaruhi kalian. Sebesar apapun kemauan kalian, maka kalian akan tergoyah. Begitupun kondisinya saat kalian menginginkan barang branded. Jika jumlahnya hampir semua dari teman kalian mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang worth it, maka kalian akan terpengaruh membelinya atau kalian melakukannya alih alih karena gengsi.

Pola pikir

Saat kita kecil, kita diajarkan bahwa berbohong adalah hal yang tidak baik dan tidak patut untuk ditiru. Kita sangat berhati-hati untuk tidak berbohong, menyontek, dan hal-hal yang dianggap buruk lain yang dikatakan terhadap orang tua kita. Maka, di pola pikir kita akan terbentuk demikian.

Memasuki usia remaja (saat kita SMP dan SMA) waktu kita bertemu dengan teman kita di sekolah lebih lama dibandingkan dengan keluarga kita. Orang tua kita sebagian sibuk bekerja. Komunikasi kebanyakan orang saat remaja adalah dengan teman.

Memasuki masa itu, kita melihat banyaknya teman kita yang menyontek serta berbuat curang. Awalnya kita tidak ingin melakukan itu. Semakin banyak yang melakukannya, maka akan semakin besar kemungkinannya kita untuk mencoba. Setelah mencoba, untuk pertama kalinya kita merasa bersalah. But, saat ada sekali maka ada 2 kali, 3 kali, 4 kali dan seterusnya.

Semakin sering kita melakukannya, maka semakin kecil juga rasa bersalah yang kita rasakan.

Bisa Terpengaruh Orang Lain Untuk Boros

Sama halnya dengan kasus membeli baju branded di atas. Kita memang akan merasa bersalah saat kita membelinya pertama kali, merasa boros, merasa uang tabungan kita menjadi sia-sia. Akan tetapi ,jika circle kalian adalah teman kalian yang selalu seperti itu. Sehingga, tentu secara tidak sengaja kalian akan melakukannya terlebih lagi dan lagi sampai perasaan bersalah tersebut benar-benar tidak ada.

Oleh karena itu, baiknya jika kalian merasa circle life kalian sudah tidak baik keluarlah dan carilah pergaulan baru yang memperbaiki kalian. Pergaulan baru yang akan membuat kalian berpikir lebih jernih dan dewasa.

Serupa halnya saat kalian bertemu dengan orang yang pendapatannya jauh lebih tinggi dari kalian, namun memiliki financial planning yang tersusun dengan rapih dan sangat baik. Atau sama halnya jika kalian memiliki seorang mentor yang cocok dengan kalian. Maka kalian akan cenderung kagum dan ingin mengikuti kebiasaaan orang tersebut. Kalian dapat bertanya dan meminta saran orang tersebut untuk memberikan kita saran dan masukan untuk menjadi orang yang lebih baik. Asalkan kita terbuka terhadap masukan, tidak mudah tersinggung tentu kita akan mendengarkan masukan tersebut. Yang salah adalah jika kalian diberikan masukan kalian malah melawan atau menganggap diri kalian yang paling benar sehingga kalian tidak mendengarkan.

Penting ya guys, untuk terbuka terhadap masukan orang lain. Sebaiknya nih guys, semakin kita besar kita sering aja bergaul dengan orang yang membawa dampak positif untuk kita karena jika rasa nyaman merupakan kebiasaan. Seseorang merasa nyaman jika seseorang mulai terbiasa dengan lingkungannya atau kebiasaannya. Jangan lupa juga, dalam menerima masukan kalian mencernanya dengan baik, serta melakukannya secara rutin.

Semoga artikel kami membantu kalian ya..

Kami juga memiliki tips Alasan Edukasi Keuangan Demi Masa Depan Cerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *