fbpx
acara women do it kebebasan finansial

Kebebasan Finansial di Usia Muda, Emang Bisa?

Lagi lagi mimin Feeble dapet invitation dateng ke acara seputar perencanaan keuangan dan kebebasan finansial. Selain itu, pentingnya mempersiapkan dana darurat. Kali ini, acaranya Finansialku bareng Dreamco bertopik “Women Do It, Don’t Hate It!” tanggal 18 Januari 2020 di Ko+Labora Flexispace, Jakarta Selatan.

Acaranya sih ngebahas tentang pentingnya mengatur uang bagi karyawan yang baru masuk kerja. Bahkan bagi ibu-ibu rumah tangga komunitas Single Mom Indonesia juga antusias ingin mencapai kebebasan finansial. Bercandaan ala ibu-ibu sih, “Wanita usianya lebih panjang, sedangkan pria kenapa tidak hayo? Agar bapak-bapak tidak ada kesempatan untuk nikah lagi hahahaha”. Eh tapi, sebenernya ada penelitiannya. Seorang profesor neuropsikiatri Dr. Perminder Sachdev, di Universitas New South Wales Australia menyatakan bahwa ada sebab yang logis di baliknya. Tapi ya kita gak akan bahas itu sih.

Oke balik ke laptop gaes! But, kita bisa petik hikmah dari situ kalau wanita punya kesempatan mempersiapkan uang pensiunan di hari tua lebih panjang. Sehingga kesempatan mencapai kebebasan finansial tercapai lebih cepat. Trus, alasan harus mempersiapkan dana darurat itu apa sih sebenernya?

Baca juga : Mengatur Keuangan dengan Gaji 5 Juta, Bisa Banget Lho!

Setiap Orang Punya Kekhawatiran Yang Sama
khawatir masalah keuangan
hanya 30% yang tegar – uploaded by Syau

Jangankan orang tua, mahasiswa, karyawan, pebisnis semuanya punya kekhawatiran yang sama dalam hal keuangan. Kok bisa? Menurut mbak Shierly selaku Financial Planner sih hal itu biasanya disebabkan oleh:
– Pendapatan kekecilan
– Pengeluaran kebesaran
– Pendapatan terlalu kecil dan pengeluaran terlalu besar
– Tiba-tiba ada kejadian darurat dan nggak siap menghadapinya

Masalahnya, orang-orang sering mempermasalahkan gak punya uang. Padahal nih, uang itu salah satu masalah yah. Jadi, bukan satu satunya masalah. Kan pada dasarnya uang hanyalah alat tukar. Tapi, ketika gak bisa ngelola uang, yaudah deh jadi sumber kepusingan malahan.

Mengantisipasi Pengeluaran Bocor

Alasan paling utama kenapa pengeluaran bisa bocor ya karena setiap bulan gak punya catatan pengeluaran. Mengeluarkan uang utk hal-hal yang gak prioritas. Jadinya malah gak punya tabungan dan investasi. Padahal wanita punya kebutuhan banyak sehingga perlu tabungan dana darurat juga. Tiba-tiba sakit misalnya, atau kelupaan belum membeli pembalut. Beli kosmetik bukan termasuk kebutuhan darurat ya by the way hehe.

Penghambat Kebebasan Finansial

Tanpa bermaksud untuk feminism yah, rata-rata masih terjebak dengan kemalasan untuk belajar tentang keuangan. Gak cuma perempuan, tapi laki-laki juga. Bagi yang sudah menikah, biasanya penghambatnya karena saling tunggu menunggu. Padahal dalam nyiapin dana darurat tuh harusnya masing-masing nyiapin untuk diri sendiri. Yaaahh.. mau gimana lagi kan kita sendiri juga yang bisa nyelamatkan diri sendiri.

Waktu Terbaik Dalam Planning Keuangan
mencari uang
separuh hidup untuk mencari uang – uploaded by Syau

Kenapa sih kita harus nyiapin sekarang juga? Coba deh amati siklus kehidupan kita. Usia produktif kita dalam mencari uang tuh di quarter 2 dan 3. Bahkan pegawai negeri bisa pensiun di quarter 3. Naahh…, cuma setengah quarter dalam hidup kita yang bisa aktif mencari uang.

Planning realistis itu harusnya yang terukur. Ada tiga sesi yang paling prioritas dalam menjadi tujuan keuangan. Sesi tersebut yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Apa aja yang utama dalam mencapai kebebasan finansial? Ya ditentukan oleh prioritas sesuai gambar di bawah ini.

mencapai kebebasan finansial
anggaran pengeluaran berdasarkan prioritas – uploaded by Syau
Evaluasi Kondisi Keuangan

Setelah menentukan tujuan, ada evaluasi kondisi keuangan. Buat tahu gimana keadaan keuangan kita ya lewat checkup kesehatan keuangan kita. Cek apakah cicilan kita masih wajar ataukah berlebihan. Catat juga pengeluaran agar lebih terkontrol. Masalahnya kan kita kadang males juga yah nyatet-nyatetin pengeluaran kita gitu. Trus malah bisa kebablasan pas ngabisin uang.

Kalau cerita mbak Shierly, “Dulu saya masih SMA udah ditendang orang tua agar mandiri untuk cari uang sendiri, bisa nyiapin uang sendiri. Sabtu minggu bisa longgar, karena Senin sampe Jumat tiap hari makannya hemat dan sambil cari uang”.
Makanya gaes, kita kudu bersyukur jadi anak orang tua kita. Masih bisa minta uang ke mereka. Dan mereka bisa berbaik hati dengan kita, gak pelit ngasih jatah jajan. Jangan disia-siakan ya gaes!

Piramida Kondisi Keuangan

Setelah cek kesehatan keuangan kita, baru deh tentukan mau punya tujuan kemana. Ibaratnya mau jalan-jalan gitu ya kita cek dulu keadaan mobil udah bagus atau belum. Jadinya, sebelum berangkat kan bisa dipastikan kondisinya seperti apa.

piramida kebebasan finansial
cek kondisi keuangan – uploaded by Syau

Keamanan kondisi keuangan kita jadi fondasi utama. Perkuat dulu arus kas keuangan kita. Itu dulu aja dibetulkan. Dari segitiga itu, artinya keamanan keuangan dari sisi kebutuhan pokok diprioritaskan dahulu. Baru deh kalau semua itu tercapai, boleh lanjut ke mendapatkan kenyamanan. Kenyamanan ini dalam arti udah makin dekat sama kebebasan finansial.

Jangan kebalik ya gaes. Jangan maksain ngejar-ngejar beli barang bermerk. Eh padahal gak sesuai kemampuan budget uang yang kita persiapkan. Ini bisa jadi boomerang kalau sampai kita bela-belain berhutang.

Baca juga : Awas! Hindari Investasi Bodong di 2020!

Berhutang Itu Menjauhkan Kebebasan Finansial

Ngomongin soal hutang, ini rasanya gerah banget ya gaes. Apalagi lihat tagihan di belakang. Ada suatu cerita seorang Ibu arisan 50 juta rupiah, eh ditipu orang. Lalu pinjem orang lain lagi buat bayar hutang. Saat hari ditagih sama si peminjam, malah pinjam lagi ke yang lain.

Anaknya si Ibu tadi baru kerja jadi pegawai bank. Akhirnya, si Anak coba melakukan pinjaman online. Hanya 5 menit aja langsung bisa cair. Bunganya bisa mencapai 3% per hari. Can’t you imagine that? Bahaya banget kan! Apalagi itu lembaga peminjamnya gak di bawah pengawasan OJK.

Pengaruh Orang Sekitar Untuk Resolusi

Teman-temannya di kantor tahu kalau dia punya hutang. Akhirnya dia resign dari kantor lamanya itu. Lalu pindah ke kantor baru dan punya bos baru yang baik. Sekarang butuh waktu untuk melunasi. Bahkan sampai sekarang belum lunas.

Namun, percayalah pada diri. Kalau mereka orang yang tepat, maka bisa mendukung. Segala hal yang terjadi dalam hidup kita pasti akan dibantu teman-teman kita. But, kadang teman yang nawarin makan all you can eat, yang bisa membuat rencana nabung kita gagal. Karena sungkan, malah jadi ikutan beli deh. Mereka baik ngajaknya, tapi gak sesuai dengan tujuan awal kita.

Maka carilah teman yang bisa mendukung kita buat berhemat. Susah ya? Tapi, coba deh cari makan yang lebih murah, lebih selektif dalam memilih. Jangan terjebak promo yang tiap hari muncul yah. Itu justru promo mulu keterusan malah jadinya bukan kayak promo dong..

Tetap semangat, kita semua pasti bisa!!!

One thought on “Kebebasan Finansial di Usia Muda, Emang Bisa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *