fbpx
banyak uang

Banyak Uang & Rajin Nabung Ala Freelancer

Mahasiswa mana sih yang gak kepengen dapat banyak uang meskipun belum lulus kuliah? Kalo mimin Feeble sih mau bangeeett… Saking mau banget, mimin kemarin tanggal 17 November 2019 cari insight baru dengan ikutan acara talkshow Fimela Fest 2019 di Gandaria City Jakarta Selatan, judul acaranya “Financial Talkshow: Know You Can Be Financial Healthy”. Dari judulnya aja mimin udah yakin banget nih topik sangat cocok buat anak muda yang pengen bisa ngelola keuangannya dengan baik, terlebih ketika punya banyak uang supaya gak tergoda sama jebakan finansial. Yang kasih materi talkshow juga keren yaitu mbak Prita Hapsari Ghozie (dari ZAP Finance) dan mbak Cicilia Nina (dari Direktur Axa Financial Indonesia).

feeble.id banyak uang
Fimela Fest 2019 – uploaded by Syau
Living Itu Gimana?

“Apa tuh maksudnya? Living itu artinya kita harus makan, bayar transport, mesti punya tempat tinggal bisa kontrak atau ngekos, dan segala macam. Lalu, itu porsi setengahnya (atau 50%). Misalkan punya uang 5 juta, maka gimana caranya 2,5 juta itu kita manage supaya cukup,” begitu kata mbak Prita. Ukuran gaji segini lebih related dengan kehidupan orang yang sudah bekerja tetap dan gak kuliah gitu kan karena ukuran segitu sudah cukup banyak uang.

Kalau mahasiswa sebagai freelancer sih mungkin penghasilan awalnya gak sebesar itu ya. Anggaplah dapat kerjaan dari proyek dosen yang kerjasama dengan lembaga luar, kita per minggu dikasih 500 ribu. Artinya, per bulan kita dapat pemasukan sekitar 2 juta. Ini jumlah yang lumayan banget, biasanya gaji dari kerja freelance jumlahnya lumayan tinggi kalau kuliah jurusan IT atau teknik. Terlebih kalau emang ada pihak yang mau kasih gaji per minggu, makin gampang lagi deh kamu ngatur keuangannya.

Saving Itu Apa Aja?

“Kenapa perlu saving? Karena kita punya banyak keinginan-keinginan. Nah saving ini nanti bisa dibelah dua, ada yang istilahnya nabung, ada yang istilahnya investasi. Oke? Kemudian jangan lupa juga harus memiliki jaga-jaga yang dinamakan sebagai dana darurat dan juga proteksi dalam bentuk asuransi. Itu kalau ditotal kira-kira sepertiga atau 30%,” lanjut mbak Prita. Masih inget kan dengan pembahasan mimin Feeble beberapa waktu lalu? Tentang perbedaan menabung dengan investasi di 5 Alasan Berinvestasi di Usia Muda.

Sekarang kamu makin yakin kan bahwa nabung aja ketika kita banyak uang itu sebenarnya masih kurang cukup!? Hehe. Mimin punya saran lanjutan juga sih sebab tolak ukur pembagian sebesar 30% itu menurut mimin terlalu besar bagi mahasiswa atau pekerja freelance. Saran mimin dimulai dari 10% dulu aja, konsisten dulu dirutinkan setiap bulan. Lalu nanti pelan-pelan kamu boleh menaikkan prosentasenya jadi 15%, kemudian 20%, begitu.

Saving versi Mbak Prita Hapsari Ghozie
Be Financial Healthyuploaded by Syau

Yang jelas mimin kasih bocoran lagi sih ya investasi itu selain bikin kita makin punya banyak uang, juga bikin kita ketagihan lho! Kita bakal ngerasa berinvestasi itu udah kayak beli jajan gitu. Biasanya beli jajan gorengan, lama kelamaan kita berubah jadi suka jajan investasi.

Playing Apa Aja Ya?

“Kalau gitu sisanya untuk apa? Untuk playing itu jatahnya 20%,” terang mbak Prita secara singkat. Yang termasuk ke dalam kategori playing yaitu jalan-jalan, beli skincare, minum kopi kekinian, makan makanan yang agak high class, pergi ke salon kecantikan, dan lain-lain. Jadi, sebenarnya melakukan aktivitas untuk memanjakan diri itu boleh banget kok. Asalkan kita mengatur budgetnya terlebih dahulu supaya tidak melebihi batas kemampuan konsumsi kita. Kalau mimin boleh sebut sih konsumtif itu boleh asalkan jangan over konsumtif.

Tips Menabung Bagi Freelancer

Acara yang Mimin ikutin ini ada sesi tanya jawabnya, yang mana salah satu pertanyaan audiencenya sungguh relatable dengan kehidupan anak muda. Mimin mau kutip ucapan mbak Prita lagi ya guys, “Kalo jadi freelancer termasuk Anda sebagai MC itu harus punya satu rekening tabungan bisnis. Tabungan bisnis itu saldo minimal 1 juta rupiah, jangan salah ya tabungan bisnis bukan artinya kayak PT besar gitu, nggak.” For example, rekening tabungan operasional kita itu perlu dipisahkan dengan rekening tabungan bisnis. Setiap kali dapat gaji dari kerjaankita nanti uangnya ditaruh ke rekening tabungan bisnis.

Dari sekian banyak yang diterangkan oleh mbak Prita, in conclusion itu gaji dari freelance ditarik per bulan untuk living yang paling penting. Kalau ingin saving dan playing tergantung seadanya kas. Semakin banyak uang yang ingin kamu tabung dan semakin banyak juga uang yang kamu keluarkan untuk kebutuhan tersier, sebaiknya semakin besar pula usahamu dalam hal mengendalikan diri.

Memang ketika pemasukan tak sebesar harapan kita, maka pengeluaran yang kita inginkan makin lama semakin terasa membesar. Kunci utamanya adalah belajar menahan diri. Kita harus berani disiplin demi mencapai kebebasan dalam bekerja sehingga kita harus ekstra juga dalam bekerja keras. Hidup ini berat ya, guys? Huft.

Tips Nabung Buat Semuanya

Mimin juga sarankan nih untuk kita semuanya (termasuk self reminder) ya karena ini agak agak susah untuk dilakukan. Menabung itu kita benar-benar harus save, kita keep uang itu dalam jangka waktu tertentu. Uang itu nggak boleh sama sekali kita utak-atik, sentuh sedikitpun untuk berbelanja. Karena kalau kita simpan uangnya kemudian kita pakai lagi itu sistemnya seperti dompet digital. Mudah masuk namun mudah keluar.

Uang tabungan akan baik untuk kita pakai di kemudian hari setelah kita sudah menargetkan jangka waktunya kapan akan kita ambil. Setahun nabung sampai terkumpul sejuta, kemudian setelah setahun itu kita gunakan untuk traveling kemana gitu 500 ribu atau 750 ribu sudah dengan segala tetek bengeknya. Gimana? As a result lebih worth it kan?..

9 thoughts on “Banyak Uang & Rajin Nabung Ala Freelancer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *